Beranda Lampung Inisiasi organisasi Pecinta Alam membangun Triangulasi Gunung Seminung sebagai bentuk tanda untuk...

Inisiasi organisasi Pecinta Alam membangun Triangulasi Gunung Seminung sebagai bentuk tanda untuk mengenang jasa Pahlawan.

Lampunglive.com – Lampung Barat, 10/11/2020 – Inisiasi organisasi Pecinta Alam dalam merefleksikan peringatan hari pahlawan 10 November 2020 telah membuahkan hasil yaitu ekspedisi pembuatan triangulasi di puncak Gunung Seminung. Ekspedisi yang memakan waktu selama 6 hari ini dilaksanakan dengan 22 orang anggota, yakni 4 anggota dari Mahepel Unila (Lampung), 1 anggota dari Palak Uhamka (Jakarta), 3 anggota dari PPA Sedara (Sum-Sel), dan anggata lain berasal dari masyarakat setempat Gunung Seminung.

Pemilihan Gunung Seminung sebagai lokasi ekspedisi ini karena gunung ini merupakan gunung yang letaknya sangat strategis dan dapat terlihat dari 3 (tiga) provinsi, yakni Sumatera Selatan, Lampung, dan Bengkulu. Gunung Seminung juga memiliki daya tarik keindahan karena merupakan satu-satunya gunung di sumatera yang dikelilingi oleh danau yaitu danau ranau, selain merupakan gunung yang termasuk dalam kawasan hutan lindung karena terdapat beberapa fauna dan flora langka, seperti elang sumatera (Ictinaetus malaiensis), siamang (Symphalangus syndactylus), kantung semar sumatera (Nephentes spectabilis), dan lemo (Litsea cubeba), juga terdapat tanaman khas pulau jawa yaitu Edelweis (bunga abadi) dipuncaknya. Karakter Gunung Seminung yang di sepanjang jalurnya tidak terdapat sumber air dan medan gunung yang rumit yang mempunyai kemiringan sangat curam juga menjadi kekhas-an gunung ini.
Pembangunan Triangulasi ini mendapat respon positif oleh Dinas Pariwisata dan kebudayaan oku selatan, dinas pertanian dan kehutanan oku selatan, dan camat kotabatu. Pembangunan triangulasi di ketinggian 1881 meter di atas permukaan laut Gunung Seminung ini menggunakan material dasar semen, pasir, batu kerikil, batu split, besi, papan, dan marmer, Triangulasi merupakan tugu atau monumen penanda titik tertinggi suatu gunung namun secara filasofi pembangunannya adalah sebagai bentuk sebagai bentuk penghormatan kepada jasa-jasa pahlawan yang telah gugur dalam membela mati matian bangsa ini dan hal itu kami rasa harus diabadikan, semoga gerakan ini menjadi dorongan masyarakat agar terus mengenang jasa-jasa pahlawan guna kecintaan terhadap negeri ini, ujar Diki Satria sebagai Penggerak kegiatan yang ditemui di Sekretariat Mahepel Unila.