BANDAR LAMPUNG — Anggota MPR RI/DPD RI, Dr. H. Bustami Zainudin, S.Pd., M.H., mendorong mahasiswa untuk mengambil peran aktif dalam mendukung pembangunan nasional dan mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Hal tersebut disampaikannya saat memenuhi undangan kegiatan Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) PMII Komisariat Universitas Lampung.
Dalam kegiatan tersebut, Bustami menegaskan bahwa mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai generasi penerus bangsa. Karena itu, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi pengamat terhadap dinamika pembangunan, tetapi juga berani mengambil bagian melalui gagasan, inovasi, pengabdian, dan tindakan nyata di tengah masyarakat.
Menurut Bustami, Asta Cita sebagai arah dan prioritas pembangunan pemerintahan Prabowo-Gibran perlu dipahami oleh generasi muda agar mahasiswa dapat mengidentifikasi berbagai peluang kontribusi sesuai kapasitas, kompetensi, dan bidang yang ditekuni.
“Mahasiswa harus menjadi bagian dari proses pembangunan bangsa. Jangan hanya berdiskusi tentang masa depan Indonesia, tetapi mulailah mengambil peran melalui tindakan nyata. Pelajari program-program pemerintah, pahami kebutuhan masyarakat, dan berikan kontribusi sesuai kemampuan masing-masing,” demikian pesan Bustami dalam kegiatan tersebut.
Ia menjelaskan bahwa organisasi kemahasiswaan, termasuk PMII, merupakan ruang penting untuk membentuk karakter, mengembangkan kepemimpinan, memperluas wawasan, serta membangun kemampuan berkolaborasi. Melalui proses kaderisasi, mahasiswa dapat belajar mengelola organisasi, menyampaikan gagasan, mengambil keputusan, dan memahami persoalan masyarakat secara lebih dekat.
Bustami juga mendorong para kader PMII untuk terus meningkatkan kapasitas diri dengan memanfaatkan berbagai kesempatan pengembangan kompetensi, baik melalui pelatihan yang diselenggarakan pemerintah maupun organisasi nonpemerintah (non-governmental organization/NGO).
Menurutnya, pelatihan dan kegiatan pengembangan kapasitas tidak hanya memberikan pengetahuan serta keterampilan baru, tetapi juga membuka kesempatan untuk memperluas jejaring, membangun kolaborasi, dan memperoleh pengalaman yang bermanfaat bagi perjalanan organisasi maupun profesional para kader.
Ia menambahkan bahwa kontribusi mahasiswa dalam pembangunan nasional dapat diwujudkan melalui berbagai bidang, seperti pendidikan, kewirausahaan, pertanian, pemberdayaan masyarakat, dan kegiatan sosial. Mahasiswa juga dapat berperan dengan memberikan gagasan, mengembangkan inisiatif, serta mengawal pelaksanaan program pembangunan secara konstruktif agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
“Jangan membatasi diri hanya pada kegiatan di lingkungan kampus. Teruslah belajar, perluas jejaring, dan berani mengambil kesempatan. Kader PMII harus mempersiapkan diri agar mampu berkontribusi di berbagai bidang kehidupan,” pesannya.
Lebih lanjut, Bustami menekankan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam pembangunan perlu disertai sikap kritis, integritas, dan tanggung jawab. Dukungan terhadap agenda pembangunan nasional dapat diwujudkan melalui partisipasi yang produktif, sekaligus memberikan masukan yang membangun demi peningkatan kualitas kebijakan dan pelaksanaan program pemerintah.
Melalui MAPABA PMII Komisariat Universitas Lampung, Bustami berharap para peserta menjadikan momentum kaderisasi sebagai awal untuk mengembangkan potensi diri, memperkuat semangat pengabdian, dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan.
Ia mengajak mahasiswa untuk tidak berhenti pada idealisme dan wacana, tetapi menerjemahkannya menjadi kerja nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.



