Kapolda Jawa Barat, Irjen Rudi Setiawan, menegaskan bahwa pengabdian dan pengorbanan menjadi pondasi utama dalam pengamanan Ramadan serta arus mudik Idulfitri tahun ini. Polda Jabar menetapkan nilai “menahan diri” sebagai pedoman moral sekaligus operasional dalam menjaga keamanan selama periode tersebut.
Pesan simbolis ini mengandung makna bahwa ketika masyarakat memilih untuk mudik, tugas menjaga ketertiban justru menjadi prioritas aparat kepolisian. “Barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadan dan saat Idulfitri menahan diri untuk tidak mudik, sesungguhnya ia adalah polisi,” ujar Irjen Rudi yang menegaskan bahwa kalimat tersebut tidak hanya moralitas, melainkan sikap profesional seorang anggota Polri.
Menghadapi lonjakan mobilitas selama Ramadan dan mudik tahun 2026, Polda Jawa Barat menyusun berbagai langkah strategis. Fokus utama pengamanan diarahkan pada jalur tol, jalan arteri, serta titik-titik yang kerap terjadi penumpukan kendaraan seperti rest area, terminal, dan stasiun. Upaya tersebut bertujuan mengantisipasi gangguan keamanan dan memastikan kelancaran arus lalu lintas.
Polda Jabar juga menggelar rekayasa lalu lintas guna mereduksi potensi kecelakaan dan kemacetan panjang. Pendekatan ini diterapkan dengan tetap mengedepankan profesionalitas, disiplin, dan tanggung jawab moral yang tinggi dari seluruh personel pengamanan. Sehingga pelayanan kepada masyarakat dalam kondisi padatnya aktivitas mudik dapat optimal dan humanis.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar, Kombes Pol Ade Sapari, menyatakan seluruh jajarannya siap mendukung pengamanan dengan pendekatan tegas namun tetap mengedepankan sisi kemanusiaan. Tim Reskrimum akan mengawal keamanan masyarakat dari potensi gangguan kriminal selama bulan suci dan musim mudik.
“pentingnya sinergi antara fungsi kepolisian dan masyarakat untuk menciptakan situasi kondusif. Penegakan hukum dan pencegahan kejahatan dilakukan secara profesional agar tercipta suasana nyaman dan aman selama Ramadan hingga Idulfitri “. Ujar Kombes Pol Ade Sapari.
Polda Jawa Barat juga menekankan peran aktif masyarakat untuk ikut menahan diri dalam hal-hal yang dapat menimbulkan kerawanan keamanan dan kemacetan. Kesadaran tidak mudik pada waktu puncak dan menaati aturan berlalu lintas menjadi bagian dari kontribusi publik demi keamanan bersama.
Berbagai program sosialisasi dan edukasi sudah dilakukan untuk menguatkan pesan ini. Harapannya, kesadaran kolektif tersebut dapat mendorong terciptanya mudik yang aman, nyaman, dan tertib untuk seluruh warga Jawa Barat.
Berbekal nilai pengabdian dan pengorbanan yang diwujudkan dalam pedoman “menahan diri,” Polda Jabar optimistis dapat mengawal momen Ramadan dan arus mudik Idulfitri dengan cepat tanggap dan manusiawi. Langkah strategis yang diterapkan bertujuan memberi rasa aman bagi masyarakat sekaligus menjaga ketertiban umum di wilayah hukum Jawa Barat.






