Beranda Nasional BPOM Provinsi Lampung Adakan Advokasi Lintas Sektoral Pengendalian Antimicrobial Resistance

BPOM Provinsi Lampung Adakan Advokasi Lintas Sektoral Pengendalian Antimicrobial Resistance

Lampunglive.com – Advokasi lintas sektoral untuk pengendalian Antimicrobial Resistance (AMR) di Lampung melibatkan kolaborasi berbagai pihak, termasuk Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Bandar Lampung, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, akademisi (seperti Universitas Lampung), dan sektor swasta, dengan pendekatan “One Health”. Senin (24/11/2025).

Bentuk dan Kegiatan Advokasi Lintas Sektoral di Lampung

Beberapa kegiatan dan inisiatif spesifik yang dilakukan di Lampung meliputi:

Komitmen Pemerintah Provinsi: Pemprov Lampung secara resmi menyatakan komitmennya untuk menangani masalah resistensi antimikroba dan mendukung upaya pengendalian AMR.

Pembentukan Kader AMR: BBPOM di Bandar Lampung telah melaksanakan kegiatan Komunikasi, Informasi, Edukasi (KIE) dan sosialisasi, termasuk pembentukan Kader AMR, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang penggunaan antibiotik yang bijak.

Pengawasan Penggunaan Obat Hewan: Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung melakukan pembinaan dan pengawasan penggunaan obat hewan pada ternak sebagai bagian dari upaya pengendalian AMR di sektor peternakan.

Monitoring Program RENOFARM: Dilakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan program RENOFARM (Reduce The Need for Antimicrobial on The Farm) di Lampung Timur untuk mengurangi penggunaan antimikroba di sektor peternakan.

Penyuluhan dan Edukasi Publik: Berbagai kegiatan penyuluhan dilakukan, termasuk melalui universitas (seperti Universitas Malahayati) dan media sosial, untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya penggunaan antibiotik yang tepat sesuai resep dokter dan menyelesaikan pengobatan hingga tuntas.

Penerapan Rencana Aksi Nasional (RAN PRA): Pelaksanaan RAN PRA 2020-2024 dikoordinasikan secara lintas sektor di bawah Gugus Tugas di tingkat pusat dan daerah, termasuk Lampung, untuk mendukung implementasi yang komprehensif melalui pendekatan One Health.

Tantangan Utama

Salah satu tantangan yang dihadapi adalah akses yang tidak terbatas terhadap antimikroba tanpa pengawasan tenaga kesehatan atau dokter hewan yang ketat, yang berkontribusi pada peningkatan resistensi.

Upaya pengendalian AMR di Lampung menekankan sinergi tenaga kesehatan dan kolaborasi yang kuat antar berbagai pemangku kepentingan, karena masalah ini tidak dapat diatasi secara individu oleh satu sektor saja.